EJAAN BAHASA INDONESIA EDISI KEDUA



Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.

Soal Semester Ganjil Kelas XII IPA/IPS/PK


A. Pilihlah Salah Satu Jawaban Yang Paling Benar !
         Bacalah laporan berikut ini !
Laporan Pengamatan Pemilu Presiden  di Yogyakarta

        Pemilu presiden di beberapa daerah di Yogyakarta mengalami beberapa masalah kecil. Beberapa tempat pemungutan suara (TPS) menerima logistic pemilu yang tidak lengkap. Masalah ini terjadi karena adanya kesalahan pengiriman logistik pemilu.
        Menurut ketua Panwas Kulon Progo, M. Jumarin, masalah logistik yang terjadi di beberapa TPS dapat segera diatasi. Cepatnya penanganan kekurangan logistik karena kerja sama antara Panitia Pemilihan Umum Kecamatan (PPK) dengan Panwas Kecamatan
        Kekurangan logistik  pemilu terjadi di Tirtorahayu sebanyak dua puluh lima surat suara. Selain itu, di Krembang kekurangan surat suara sebanyak sembilan puluh surat suara.

1.     Fakta yang terdapat dalam laporan tersebut adalah…
        a. Kekurangan logistik  pemilu terjadi di Tirtorahayu sebanyak dua puluh lima surat suara
        b. Menurut ketua Panwas Kulon Progo, M. Jumarin, masalah logistik yang terjadi di beberapa TPS dapat segera diatasi.
        c. Masalah ini terjadi karena adanya kesalahan pengiriman logistik pemilu
        d. Pemilu presiden di beberapa daerah di Yogyakarta mengalami beberapa masalah kecil
        e. Cepatnya penanganan kekurangan logistik karena kerja sama antara Panitia Pemilihan Umum Kecamatan (PPK) dengan Panwas Kecamatan

Karya Sastra Melayu Klasik


Sastra Melayu Klasik sudah eksis di tanah air sejak abad ke-16 Masehi. Semenjak itu hingga sekarang gaya bahasanya tak banyak mengalami perubahan.
Naskah pertama yang tertulis dalam bahasa Melayu klasik berupa sepucuk surat dari raja Ternate, Sultan Abu Hayat kepada raja João III di Portugal berangka tahun 1521 Masehi.
Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik Karya Sastra Melayu Klasik – gurindam dua belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
- Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"
Pantun
Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Seloka
Merupakan bentuk puisi Karya Sastra Melayu Klasik, berisi pepetah ataupun perumpamaan mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Lumrahnya ditulis empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, kadang kala bisa juga ditemukan pada seloka yang ditulis lebih dari empat-baris.
- Misal:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?
Syair
Bagian puisi atau karangan dalam bentuk terikat, mengutamakan irama sajak. Biasanya berbentuk 4 baris, bernada aaaa, keempat baris itu mengandung makna penyair.
Talibun
Sejenis puisi lama seperti pantun sebaba memiliki sampiran dan isi, tapi lebih dari 4-baris (bisa 6-20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, seterusnya.
- Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu